Urutan

Rabu, 17 Agustus 2011

Semen Dari Sampah..... :)

Jepang, sebuah negeri penuh inovasi. Mungkin sebutan itu sesuai dengan bagaimana jepang menangani masalah sampah. Setelah berhasil membuat sebuah airport berkelas internasional di Kobe dimana yang dibuat diatas lapisan sampah, menerapkan pembuatan pupuk dari sampah di berbagai hotel di Jepang, kini Jepang telah berhasil mengubah sampah menjadi produk semen yang kemudian dinamakan dengan ekosemen.
 
Ekosemen
Ekosemen diambil dari kata “Ekologi” dan “Semen”. Diawali penelitian di tahun 1992,  para peneliti Jepang telah meneliti kemungkinan abu hasil pembakaran sampah, endapan air kotor dijadikan sebagai bahan semen. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa abu hasil pembakaran sampah mengandung unsur yg sama dg bahan dasar semen pada umumnya. Pada tahun 1993, Proyek itu kemudian dibiayai oleh Kementrian Perdangan Internasional dan Industri Jepang. Pada tahun 2001, pabrik pertama di dunia yang mengubah sampah menjadi semen dengan nilai capital stock 4,8 ratus juta yen resmi beroperasi di Chiba. Pabrik tersebut mampu menghasilkan ekosemen 110,000 ton/tahunnya. Sedangkan sampah yang diubah menjadi abu yang kemudian diolah menjadi semen mencapai 62,000 ton/tahun, endapan air kotor dan residu abu industri yang diolah mencapai 28,000 ton/tahun.
Penggunaan Abu Insinerasi untuk semen
Penduduk jepang membuang sampah baik organik maupun anorganik, sekitar 50 juta ton/tahun. Dari 50 ton/tahun tersebut yang dibakar (Proses Incineration) menjadi abu (incineration ash) sekitar 37 ton/tahun. Sedangkan abu yang dihasilkan mencapai 6 ton/tahunnya. Dari abu inilah yang kemudian dijadikan sebagai bahan dari pembuatan ekosemen. Abu ini dan endapan air kotor mengandung senyawa2 dalam pembentukan semen biasa. Yaitu, senyawa-senyawa oksida seperti CaO, SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. Oleh karena itu, abu insinerasi ini bisa berfungsi sebagai pengganti tanah liat yang digunakan pada pembuatan semen biasa.

CaO
SiO2
Al2O3
Fe2O3
SO3
Cl
Semen biasa
62~65
20~25
3~5
3-4
2-3
50-100 ppm
Abu Insinerasi
12~31
23~46
13~29
4~7
1~4
150,000 ppm
Sumber : Taiheyo Engineering Corp
Yang jadi masalah adalah kandungan Cl yang begitu tinggi pada abu insinerasi dan logam berat yang masih terkandung yang dapat mengakibatkan trouble pada sistem operasi dan mengurangi kualitas dan material safety pada semen. Sedangkan kandungan CaO yang masih kurang pada abu insinerasi dapat dicukupi dengan penambahan batu kapur. Dalam pembuatan ekosemen ini, chlorine dan logam berat yang terkandung pada abu insinerasi akan diekstrak menjadi logam (seperti Cu, Pb, dll) yang kemudian direcyle.
Proses Pembuatan Ekosemen
Secara umum, produksi semen biasa (Portland) meliputi pengeringan, penghancuran dan pencampuran limestone, clay, quartzite dan bahan baku lainnya dan kemudian dibakar dengan rotary klin.  Pada pembuatan ekosemen, secara prinsip sama dengan pembuatan semen biasa. Perbedaannya terletak pada abu insinerasi, sewage sludge, dan limbah lainnya yang digunakan sebagai raw material sebagai pengganti clay dan quartzite.
1. Proses Awal
raw material (incineration ash dan endapan air kotor rumah tangga) diproses terlebih dahulu, seperti dengan pengeringan (drying), crushing, dan logam yang masih terkandung dalam bahan baku dipisahkan dan direcycle.
2. Pengeringan dan Penghancuran bahan baku
setelah dikeringkan, bahan baku dihancurkan bersamaan dengan bahan baku lainnya (batu kapur).
3. Pencampuran bahan baku
Kemudian dimasukkan ke dalam Homogenizing Tank (Tank agar bahan baku dapat tercampur dengan baik) bersamaan dg fly ash (abu yang dihasilkan oleh pembangkit listrik batu bara) dan blast furnace slag (Limbah yang dihasilkan industri besi). Dua Homoginezing tank ini diatur dan ditujukan untuk pencampuran semua bahan baku dan kemudian dialirkan ke proses selanjutnya. Pencampuran ini dimaksudkan untuk memperoleh komposisi kimia yg diinginkan.
4. Pembakaran
Setelah itu dimasukkan ke dalam rotary klin, untuk kemudian dibakar pada suhu diatas 1,350 C. Pada proses ini, dioksin dan senyawa berbahaya lainnya yang terkandung pada abu insinerasi akan terurai dengan aman. Gas limbah dari rotary klin kemudian didinginkan secara cepat hingga suhu 200 C untuk mencegah terbentuknya dioksin kembali. Pada proses ini pula logam berat yg masih terkandung dipisahkan dan dikumpulkan ke dalam bag filter sebagai debu yang mengandung chlorine. Debu ini kemudian dialirkan ke Heavy Metal Recovery Process (HMRP). Pada proses ini, chlorine yang masih terkandung akan dihilangkan dan menghasilkan sebuah logam seperti tembaga dan timbal yang kemurniannya mencapai 35 % atau lebih.
Pada proses firing ini akan dihasilkan clinker (produk pertengahan pada industri semen) yang kemudian dikirim ke clinker tank.
flow-chart 
Grafik 1. Flow chart pembuatan ekosemen (sumber:http://www.ichiharaeco.co.jp yang telah diterjemahkan)

Jumat, 12 Agustus 2011

Perbedaan mesin 4-langkah dan 2-langkah

Ada 2 macam cara kerja ICE yaitu mesin 4 langkah (4-tak) dan 2 langkah (2-tak), meskipun karena regulasi pemerintah untuk mengurangi polusi yang ada sekarang ini di Indonesia hanya kendaraan dengan mesin 4 tak, tapi ndak ada salahnya kalo kita juga tahu bagaimana prinsip kerja mesin 2-tak.
Oke, first, kita bahas yang 4 tak dulu kali yee. Mesin 4-tak dalam satu siklus kerjanya terdiri dari empat tahap seperti yang saya jelaskan di atas yaitu hisap, tekan, ekspansi/usaha, buang yang diselesaikan dalam 2 putaran crankshaft ( istilahe wong bengkelan “knocken as” ndak ngerti piye ejaane sg bener ?? ). Prinsip dari tiap langkah tidak jauh berbeda dengan penjelasan sebelumnya. Jadi pake gambar animasi di bawah ini sudah cukup saya kira (kalo belum paham juga kasi pertanyaan via comment, tapi masa sih blm paham,.. kebangeten) :
4-stroke

PRINSIP KERJA POMPA SENTRIFUGAL

P
ompa Centrifugal secara prinsip terdiri dari casing pompa dan impeller yang terpasang pada poros putar. Casing pompa berfungsi sebagai pelindung, batas tekan dan juga terdiri dari saluran- saluran yang untuk masukan ( suction ) dan keluaran ( discharge ). Casing ini memiliki vent dan drain yang berguna untuk melepas udara atau gas yang terjebak dalam casing selain untuk juga berguna perawatannya.
Gambar ilustrasi di bawah ini merupakan diagram sederhana daripada pompa sentrifugal yang menunjukkan lokasi dari suction pompa, impeller, volute dan discharge. Casing pompa sentrifugal menuntun aliran suatu cairan dari saluran suction menuju mata ( eye ) impeller. Vanes daripada impeller yang berputar meneruskan dan memberikan gaya putar sentrifugal kepada cairan ini sehingga cairan bergerak menuju keluar impeller dengan kecepatan tinggi. Cairan tersebut kemudian sampai dan mengumpul pada bagian terluar casing yaitu volute. Volute ini merupakan area atau saluran melengkung yang semakin lama semakin membesar ukurannya, dan seperti halnya diffusor, volute berperan besar dalam hal peningkatan tekanan cairan saat keluar dari pompa, merubah energi kecepatan menjadi tekanan. Setelah itu liquid keluar dari pompa melalui saluran discharge.
skema-pompa-sentrifugal

Prinsip Hukum Bernoulli

Dalam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua bentuk persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan (incompressible flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan (compressible flow).

Aliran Tak-termampatkan

Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. Contoh fluida tak-termampatkan adalah: air, berbagai jenis minyak, emulsi, dll. Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran tak-termampatkan adalah sebagai berikut:
 p + \rho g h + \frac{1}{2}\rho v^2 = konstan \,
di mana:
v = kecepatan fluida
g = percepatan gravitasi bumi
h = ketinggian relatif terhadapa suatu referensi
p = tekanan fluida
ρ = densitas fluida
Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:
  • Aliran bersifat tunak (steady state)
  • Tidak terdapat gesekan
Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:
 p_1 + \rho g h_1 + \frac{1}{2}\rho v_1^2 = p_2 + \rho g h_2 + \frac{1}{2}\rho v_2^2
Contoh soal :
Pada sebuah pesawat ketebalan sayap pesawat adalah 30 cm. Sedangkan kecepatan udara di atas sayap 300 m/s dan di bawah sayap 260 m/s. Massa jenis udara adalah 1,29 kg/m3 dan luas sayap pasawat masing-masing 100 m2.

Prinsip Kerja Turbin Gas

TURBIN GAS / TURBIN UAP
K
etika Anda mengunjungi sebuah airport dan memandang pesawat yang ada disana, mungkin Anda tidak menyangka bahwa komponen yang (relatif) kecil tersebut memiliki daya yang luar biasa besar sehingga mampu untuk menerbangkan sebuah pesawat komersial melalui gaya lift sayapnya. Mesin yang digunakan pesawat itu adalah turbofan engines, salah satu jenis daripada turbin gas.
Ada beberapa jenis turbin yang saya ketahui :
· Mungkin anda pernah mendengar tentang steam turbine. Hampir kebanyakan pembangkit atau power plant menggunakan batubara, gas alam, minyak atau reaktor nuklir untuk memproduksi uap / steam. Uap tersebut akan dialirkan melalui turbin bertingkat dengan ukuran yang sangat besar dan dengan desain yang rumit, untuk memutar poros output turbin dimana poros inilah yang biasa digunakan untuk memutar generator pembangkit.
· Turbin air digunakan PLTA dengan menggunakan prinsip yang hampir sama dengan turbin uap untuk membangkitkan listrik. Turbin air secara desain atau bentuk berbeda dengan apa yang terlihat pada turbin uap, dikarenakan fluida kerja yang berupa air ini memiliki densitas yang lebih besar ( bergerak lebih lambat ) dibandingkan uap, namun secara prinsip kerja adalah sama.
· Sedangkan turbin angin menggunakan angin sebagai tenaga penggeraknya. Nah, kalo turbin yang satu ini sama sekali berbeda dengan kedua turbin di atas karena angin yang digunakan angin alam yang bergerak sangat lambat, ringan , namun sekali lagi turbin angin juga menggunakan prinsip yang sama.
Di dalam turbin gas, gas bertekanan tinggi memutar turbin. Pada mesin turbin gas modern sekarang ini , mesin itu bisa memproduksi gas bertekanan sendiri dengan membakar bahan seperti propana, natural gas, kerosene atau bahan bakar jet. Panas yang dihasilkan dari pembakaran tersebuat akan mengembangkan udara sehingga udara panas dengan kecepatan sangata tinggi ini mampu memutarkan turbin.
Pernahkah Anda membayangkan kenapa kendaraan tank M-1 tidak menggunakan mesin diesel namun malahan memakai turbin gas bertenaga 1.500 horsepower ? Ada 2 hal utama yang menjadi alasan sekaligus merupakan keuntungan daripada turbin gas :
· Mesin turbin gas memiliki rasio power-to-weight yang besar dibandingkan dengan mesin diesel reciprocating. Sudah barang tentu ini sangat bermanfaat untuk meminimaliskan bobot daripada tank M-1 namun tetap memiliki tenaga yang besar.
· Mesin turbin gas memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibanding dengan mesin reciprocating dengan daya yang sama.
Namun bukan berarti turbin gas tidak memiliki kelemahan dibanding mesin reciprocating , kelemahan tersebut yaitu masih mahalnya biaya rakit dan material komponennya. Hal ini wajar mengingat bahwa turbin gas beroperasi pada kecepatan dan pada temperatur yang sangat tinggi sehingga diperlukan perencanaan yang rumit sekaligus proses produksinya yang tidak mudah. Selain itu turbin gas juga cenderung lebih banyak menghabiskan bahan bakar saat mesin idle karena memang lebih banyak beroperasi pada beban kontan daripada fluktuatif. Hal – hal yang telah saya kemukakan tadi membuat kenapa turbin gas lebih suka dipakai pada mesin jet pesawat terbang dan juga pada pembangkit listrik. Sekarang Anda mungkin bisa membuat jawaban kenapa di bawah kap mesin mobil Anda tidak memakai turbin gas saja? : )
Proses Singkat Pada Turbin Gas
Turbin gas secara teori tidak begitu rumit untuk menjelaskannya. Terdapat 3 komponen atau bagian utama yaitu :
1. Compressor
menaikkan tekanan udara yang masuk
2. Combustion Area
Membakar bahan bakar yang masuk dan menghasilkan tekanan yang sangat tinggi begitu pula dengan kecepatannya.
3. Turbin
Mengkonversi energi dari gas dengan tekanan dan kecepatan yang tinggi hasil dari combustion area menjadi energi mekanik berupa rotasi poros turbin.
turbin-bagian-utama
COMPRESSOR
COMBUSTION AREA
TURBIN
Pada Mesin Turbin seperti diatas, udara dengan tekanan normal masuk dihisap oleh compressor yang biasanya berbentuk silinder kerucut dengan beberapa fan blade yang terpasang berbaris ( 8 baris atau lebih ). Udara tersebut kemudian mengalami kompresi bertingkat, di beberapa mesin turbin kenaikan tekanan bisa mencapai faktor 30. Ada 2 macam kompressor yang digunakan yaitu axial flow dan radial flow.

Selasa, 17 Mei 2011

Modifikasi Terminal LNG Arun Sedang Dikaji

Mon, May 10th 2010, 10:24
LHOKSEUMAWE - Proses modifikasi terminal LNG Arun menjadi terminal darurat untuk memasok kebutuhan gas domestik, hingga kini masih dalam proses kajian atau studi kelayakan oleh pihak PT Pertamina (Persero).

“Setahu saya, pihak pertamina masih melakukan studi kelayakan dari berbagai aspek termasuk masalah teknis. Ya kita harapkan proses ini bisa berjalan baik, sehingga nantinya terminal bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan operasi industri yang ada di Aceh,” kata staf Humas PT Arun, Robby Sulaiman, kepada Serambi, Sabtu (8/5).

Robby menjelaskan, proses alih fungsi ini dilakukan menjelang masa berakhirnya masa beroperasi Arun. Salah satunya adalah tangki LNG Arun yang akan dimanfaatkan kembali untuk penyimpanan gas. “Saya tidak tau persis kapan proses ini selesai, karena yang melakukan pihak Pertamina. Kita harapkan saja semoga tidak ada kendala,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap perbaikan LNG Terminal Arun bisa dikerjakan dengan cepat, karena terminal ini nantinya bisa menjadi terminal darurat hingga selesainya Floating Storage Receiving Terminal yang ada di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Keberadaan terminal penerima Arun tersebut diharapkan bisa membantu untuk mengatasi defisit gas yang dialami beberapa daerah sepert Aceh dan daerah lainnya di Indonesia.(c37)

Sabtu, 16 April 2011

New Symbol Rate Parabola 2011


Berikut ini ialah catatan Nomor Frequency dan Simbol rate siaran TV PARABOLA DI Indonesia dengan dua Satelit PALAPA C2 dan Telkom 1 baca selengkapnya di bawah ini....

Satelit Palapa

Indosiar
  • Frequency : 4075
  • Simbol Rate :6500
  • Polaritas :Vertikal
  • Audio PID :1211
  • Video PID :1110
  • pcr PID :1110
TPI
  • Frequency :4185
  • Simbol Rate :6700
  • Polaritas :Vertikal
  • Audio PID :1211
  • Video PID :1110
  • pcr PID :1110
SCTV
  • Frequency :3756
  • Simbol Rate :6250
  • Polaritas :Horizontal
  • Audio PID :2202
  • Video PID :2201
  • pcr PID :2201
TVone
  • Frequency :4054
  • Simbol Rate :5630
  • Polaritas :Horizontal
  • Audio PID :0256
  • Video PID :0308
  • pcr PID :8190
RCTI
  • Frequency :3773
  • Simbol Rate :6523
  • Polaritas :Horizontal
  • Audio PID :1120
  • Video PID :1160
  • pcr PID :1160

Rabu, 13 April 2011

Meningkatkan steam dan air panas boiler

Untuk steam boiler, apakah pengendalian otomatis permukaan air bekerja? Adanya pipa interkoneksi dapat menjadi sangat berbahaya. Apakah pengecekkan telah dilakukan secara berkala terhadap kebocoran udara di sekitar boiler, pintu atau antara boiler dan cerobong asap? Yang disebutkan pertama akan mengurangi efisiensi, yang disebutkan kemudian dapat menurunkan kualitas kekeringan steam dan mendorong terjadinya kondensasi, korosi, dan Smutting. Diperlukan perbandingan bahan bakar/udara disetel. Detektor dan alat kontrol yang ada sebaiknya diberi label dan diperiksa secara berkala. Tampilan kunci pengaman harus memiliki penyetel manual dan alarm. Harus dilakukan pengujian, atau pemasangan indikator permanen pada burner untuk memantau kondisi kondisi tekanan/suhu operasi. Dalam boiler yang berbahan bakar minyak atau gas, kabel-kabel sistim fussible link untuk mematikan/shutdown jika ada kebakaran atau pemanasan berlebih yang melintasi jalan yang dilewati karyawan, harus ditempatkan pada posisi di atas kepala. Fasilitas emergency shutdown diletakkan pada pintu keluar ruang boiler.
 
Kotoran dalam air boiler yang terkumpul dalam boiler, memiliki batasan konsentrasinya yang bergantung pada jenis dan beban boiler. Blow down boiler harus diminimalkan, tetapi ketentuan densitas air harus dijaga. Panas dari air blow down sebaiknya dimanfaatkan. Dalam steam boiler, apakah pengolahan air cukup untuk mencegah pembentukan foaming (pembentukan busa/buih) atau priming dan konsekuensinya membawa kelebihan air dan bahan kimia kedalam sistem steam?
 
Pengunaan gas buang dari Power Plant sebagai media pemanas sangatlah berguna dalam hal efisiensi energi dalam sebuah pabrik, dapat ditemui hal tersebut di sebuah pabrik dengan sebutan HRSG (Heat Recovery Steam Generation), proses yang dilakukan melalui pemanasan air sehingga berubah menjadi steam pada suhu dan kondisi tertentu. Untuk mencapai kinerja sesuai dengan desain, sebuah power plant perlu mendapatkan bahan bakar yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh pembuat mesin. Bersambung....

Senin, 28 Maret 2011

Data Pabrik Semen di Indonesia

Pada saat tulisan ini dibuat, informasi mengenai jumlah pabrik semen yang telah beroperasi secara komersil di Indonesia adalah delapan (8) perusahaan. Dan menurut data di kompas.com (17/2/2010), disebutkan bahwa tidak ada pembangunan pabrik semen baru di Indonesia sejak 10 tahun yang lalu.

Bulan April 2010 ini, diperkirakan pabrik semen baru milik PT. Gunung Pantara Barisan di Sumut akan segera beroperasi. Anda bisa membaca infonya secara lengkap di sini.Di bawah ini adalah pabrik semen yang telah beroperasi di Indonesia. Informasinya dilengkapi pula dengan tahun pendirian, lokasi pabrik, jumlah unit (pabrik), kapasitas produksi dan alamat situs masing-masing pabrik semen.

PT.Indocement Tunggal Prakarsa (Semen Tigaroda)
Lokasi: Citeureup (Bogor), Palimanan (Cirebon), Tarjun (Kalsel)
Didirikan tanggal: 1985
Jumlah pabrik: 12
Kapasitas produksi total: 17.100.000 ton
Website: http://www.indocement.co.id

Minggu, 27 Maret 2011

How Oil Refining Works


Chemical Processing

You can change one fraction into another by one of three methods:
  • breaking large hydrocarbons into smaller pieces (cracking)
  • combining smaller pieces to make larger ones (unification)
  • rearranging various pieces to make desired hydrocarbons (alteration)
oil refining
Cracking breaks large chains into smaller chains.
Cracking 
Cracking takes large hydrocarbons and breaks them into smaller ones.
There are several types of cracking:
  • Thermal - you heat large hydrocarbons at high temperatures (sometimes high pressures as well) until they break apart.
    • steam - high temperature steam (1500 degrees Fahrenheit / 816 degrees Celsius) is used to break ethane, butane and naptha into ethylene and benzene, which are used to manufacture chemicals.
    • visbreaking - residual from the distillation tower is heated (900 degrees Fahrenheit / 482 degrees Celsius), cooled with gas oil and rapidly burned (flashed) in a distillation tower. This process reduces the viscosity of heavy weight oils and produces tar.
    • coking - residual from the distillation tower is heated to temperatures above 900 degrees Fahrenheit / 482 degrees Celsius until it cracks into heavy oil, gasoline and naphtha. When the process is done, a heavy, almost pure carbon residue is left (coke); the coke is cleaned from the cokers and sold.

Oil Refinery

An oil refinery or petroleum refinery is an industrial process plant where crude oilis processed and refined into more useful petroleum products, such as gasoline,diesel fuelasphalt baseheating oilkerosene, and liquefied petroleum gas. Oil refineries are typically large sprawling industrial complexes with extensive pipingrunning throughout, carrying streams of fluids between large chemical processingunits. In many ways, oil refineries use much of the technology of, and can be thought of as types of chemical plants. The crude oil feedstock has typically been processed by an oil production plant. There is usually an oil depot (tank farm) at or near an oil refinery for storage of bulk liquid products.
An oil refinery is considered an essential part of the downstream side of thepetroleum industry.

Kamis, 10 Maret 2011

Shell and tube heat exchanger design

Theory and Application
Two fluids, of different starting temperatures, flow through the heat exchanger. One flows through the tubes (the tube side) and the other flows outside the tubes but inside the shell (the shell side). Heat is transferred from one fluid to the other through the tube walls, either from tube side to shell side or vice versa. The fluids can be either liquids or gases on either the shell or the tube side. In order to transfer heat efficiently, a large heat transfer area should be used, leading to the use of many tubes. In this way, waste heat can be put to use. This is an efficient way to conserve energy.

Heat exchangers with only one phase (liquid or gas) on each side can be called one-phase or single-phase heat exchangers. Two-phase heat exchangers can be used to heat a liquid to boil it into a gas (vapor), sometimes called boilers, or cool a vapor to condense it into a liquid (called condensers), with the phase change usually occurring on the shell side. Boilers in steam engine locomotives are typically large, usually cylindrically-shaped shell-and-tube heat exchangers. In large power plants with steam-driven turbines, shell-and-tube surface condensers are used to condense the exhaust steam exiting the turbine into condensate water which is recycled back to be turned into steam in the steam generator.
There can be many variations on the shell and tube design. Typically, the ends of each tube are connected to plenums (sometimes called water boxes) through holes in tubesheets. The tubes may be straight or bent in the shape of a U, called U-tubes.


U-tube heat exchanger.PNG
In nuclear power plants called pressurized water reactors, large heat exchangers called steam generators are two-phase, shell-and-tube heat exchangers which typically have U-tubes. They are used to boil water recycled from a surface condenser into steam to drive a turbine to produce power. Most shell-and-tube heat exchangers are either 1, 2, or 4 pass designs on the tube side. This refers to the number of times the fluid in the tubes passes through the fluid in the shell. In a single pass heat exchanger, the fluid goes in one end of each tube and out the other.

Minggu, 13 Februari 2011

Evaporasi

Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat, tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap"

Absorpsi

Pengertian absorbsi berdasarkan ilmu kimia adalah suatu fenomena fisika/kimia atau proses atom, molekul, dan ion memasuki suatu fase besar gas, cair, atau padat. Fungsi dari absorbsi yaitu untukmeningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya. Contohnya formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi.

Fungsi Absorpsi pada Industri
• Meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara merubah fasenya
• Contoh :
Formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi

Kolom Absorpsi

Senin, 31 Januari 2011

Oil Well

Life of a well


A schematic of a typical oil well being produced by a pumpjack.
The creation and life of a well can be divided up into five segments:
  • Planning
  • Drilling
  • Completion
  • Production
  • Abandonment

Selasa, 25 Januari 2011

Oil/Water Separation Design & Application

Oil/Water Separation Design & Application
Oil/Water Separation
Plastic parallel plate packs are designed to enhance the separation of oil from water through added horizontal surface area and by creating less turbulent flow. This coalescing media improves the use of conventional steel basin oil/water separators by providing improved effluent or by allowing higher flow rates of wastewater. Brentwood AccuPac™ Crossflow Media is an extremely cost-effective way to upgrade existing separators and decrease the required volume of newly designed oil/water separators.

Selasa, 04 Januari 2011

KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR MINYAK UNTUK KENDARAAN BERMOTOR YANG BERPENGARUH PADA PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pada dasarnya pembatasan sifat fisika-kimia bahan bakar pada spesifikasi ditujukan untuk memberi jaminan kepada konsumen atau masyarakat mengenai mutu bahan bakar yang berhubungan proses pembakaran dalam mesin atau unjuk kerja mesin, stabilitas dan keselamatan bahan bakar dalam penanganan dan penyimpanan. Namun saat ini tuntutan global sudah sangat kuat agar spesifikasi bahan bakar menjamin keharmonisan antara unjuk kerja mesin dan pelestarian lingkungan.
Secara umum kualitas bahan bakar disuatu negara tidak statis, terus berkembang sesuai dengan tekanan yang berbeda seperti perkembangan teknologi mesin kendaraan, harga minyak mentah, jaminan suplai, dan pertimbangan lingkungan (6). Di Indonesia saat ini masih ditambah dengan kondisi politik, sosial, ekonomi yang masih tidak menentu sehingga berpengaruh pada masih tingginya subsidi dan keterbatasan kemampuan kilang.
Karakteristik Bensin yang Berpengaruh pada LingkunganBahan bakar bensin adalah campuran

PENGARUH KUALITAS BATUBARA TERHADAP BIAYA PEMBANGKITAN LISTRIK ??

Untuk sebuah plant, kualitas batubara berpengaruh pada Biaya Pembangkit Listrik, yang dapat diklasifikasikan menjadi: Capacity (kapasitas) unit, Heat rate (perpindahan panas), Availability (kemampuan unit untuk beroperasi), Maintanance (biaya perawatan untuk seluruh komponen yang bekerja)
Untuk sebuah plant, kualitas batubara berpengaruh pada Biaya Pembangkit Listrik, yang dapat diklasifikasikan menjadi: 1. Capacity : kapasitas unit 2. Heat rate : perpindahan panas 3. Availability : kemampuan unit untuk beroperasi 4. Maintanance : biaya perawatan untuk seluruh komponen yang bekerja

Gambar 1. Pengaruh Biaya Terhadap Perubahan Batubara Dengan Perpindahan Panas Pada Boiler 1000 MW
Gambar 1. di atas memperlihatkan hubungan batubara dengan outages (energi yang hilang/ power loss) dari dua Plant 800 MW yang berbeda. Dapat dilihat bahwa kemampuan Plant A untuk beroperasi berhubungan dengan nilai kalor dari batubaranya. Begitu juga dengan kemampuan unit (availability) dari Plant B untuk

LNG Storage Tank

LNG atau Liquefied Natural Gas adalah gas alam yang di super-dinginkan (bukan dibekukan) sehingga temperaturnya turun hingga -160C. Hal ini menyebabkan gas alam menjadi terkondensasi hingga menjadi bentuk cair (liquid). Teknik pendinginan ini untuk pertama kali dibuktikan dan dipraktikan di Amerika pada tahun 1917. Gas alam yang didinginkan memiliki tujuan agar volume berkurang dan lebih aman. Volume LNG kira-kira 1/600 kalinya ketika berbentuk gas alam. LNG memiliki berat 45% dari berat air. LNG juga bersifat tidak beracun, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak bersifat karat. LNG juga tidak mudah terbakar dan tidak mudah meledak sehingga LNG merupakan fuel yang aman dibandingkan ketika masih berbentuk gas alam. LNG sangat berguna untuk memasak, pengganti BBM, dan pembangkit listrik.
image
Proses perjalanan LNG terdiri dari 4 tahap utama, yaitu eksplorasi dan produksi gas alam, pencairan gas alam (liquefaction) transportasi (shipping), yang terakhir regasifikasi dan penyimpanan untuk kemudian didistribusikan ke konsumen melalui pipeline systems.
image
image
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa LNG merupakan fuel yang aman karena beberapa factor, seperti

Pada kondisi bagaimana LNG disimpan ?

LNG yang disimpan dalam kilang jumlahnya sangat besar di dalam Tangki LNG. 
Contoh:
  • Ukuran Tangki yang ada di Arun: 800.000 barrel
  • Ukuran tangki di Bontang: 600.000, 800.000, dan 786.000 barrel
  • Kapasitas tanker LNG rata-rata 786.000 barrel = 125 000 m3
  • Untuk tangki yang besar (>1670 barrel = 265000 lt), tidak dapat dirancang sebagai tangki bertekanan.
  • Lebih praktis bila dirancang tangki dengan tekanan rendah (mendekati atmosferik)
  • Untuk tangki dengan: